Assalamualaikum nccers, alhamdulillah Depok bisa ikut meramaikan event
online dan latihan bareng serentak. Berikut Lian copas dari resume mba
sofi, terima kasih Lian dan Netta ucapkan atas kerjasama semua untuk
semua bala bantuannya ,sungguh mempunyai sahabat yg baik itu adalah
rejeki :)
Reportase Latihan Bareng Serentak NCC Depok dalam
Rangka Perayaan NCC 1 Dasawarsa
Sabtu, 23 Mei 2015
Oleh Sofi
H-3
“Saya daftar latbar ya Mba.
Aku bawa puding yak.
”
“Masih bisa ikutan latbar ga Mba Liaaaaan?”
“Nomor rekeningnya dong Mbaaa.”
“Boleh bawa anak ga?”
“Sekalian bawain pie brownies yaaa Mba Rissaaa. Aku pesen 1 box.”
H-1
“Maaf ya Mba, saya mendadak ada acara hari Minggu besok. Tapi potlucknya tetap datang yak.”
“Aku ikutan doooong. Masih bisa ga? :D”
“Puding lapisnya sudah beres. Tinggal dibawa besok”, pengumuman oleh Mba Sari Nafisah Bunda Sfa.
“Mau tidur cepet nih. Besok pagi harus ke pasar belanja sayur.” Kata Mba Lian di sekitar pukul 20.00
WIB *padahal sampai jam 23.30 WIB masih online di whatsapp. Hahaha
Dan whatsapp-ku pun masih menerima notifikasi grup dari Mba Widhy Lio, yang sambil menahan
kantuk, akhirnya menyelesaikan panggangan pie susu coklat yang menjadi pilihan potluck-nya di jam
01.27 WIB di hari H.
Semua kehebohan ini sudah dimulai sejak Mba Lian dan Mba Netta mengumumkan rencana Latihan
Bareng Serentak oleh NCC Depok dalam rangka perayaan 1 Dasawarsa Komunitas Natural Cooking Club
(NCC). Beragam event sudah berlangsung sejak sekitar tiga bulan lalu yang digawangi oleh NCC Pusat
mulai dari penjualan merchandise NCC, seminar, hingga workshop food fotography. Salah satu acara
yang melibatkan seluruh NCC-ers di berbagai wilayah di Indonesia adalah Latihan Bareng Serentak (LBS)
para NCC-ers di masing-masing daerah di sepanjang bulan Mei 2015 ini.
Dan bisa ditebak NCC Depok,
yang selama ini sudah rajin bangeeeet mengadakan latihan bareng untuk anggotanya, ambil bagian
dalam event ini.
Sedikit berbeda dengan tema dan suasana latihan bareng (latbar) yang biasa, dimana umumnya latihan
bareng diisi dengan acara belajar membuat resep-resep pilihan, LBS kali ini disemangati untuk
menunjukkan kekompakan NCC-ers di masing-masing wilayah dalam membuat dan menghias tumpeng
dalam rangka perayaan NCC 1 Dasawarsa. Kreatifitas dan inovasi , termasuk “keliaran” ide , diharapkan
dari para NCC-ers sehingga menghasilkan penampakan tumpeng yang anti-mainstream, cool, dan
sebutan keren lainnya untuk memeriahkan event ini.
NCC Depok memilih hari Sabtu tanggal 23 Mei 2015 untuk LBS kali ini. Mantap sekali memang NCC
Depok karena sebulan ini berarti sudah mengadakan tiga kali latbar, dua kali latbar pembuatan kue
kering (kloter 1 dan 2), dan ditambah LBS Tumpeng.
Menjelang pukul 09.00 WIB, beberapa NCC-ers, dengan dress code pinky-pinky, mulai berdatangan di
rumah Eyang Sri yang dijadikan sebagai lokasi LBS kali ini. Beberapa telat, beberapa nyasar, beberapa
lagi harus ngantar “bakulan” dulu dan lain-lain, akhirnya Mba Lian membuka acara LBS pada pukul 10.00
WIB.
Sekilas sosialisasi mengenai event Home Made Food Fiesta (HMFF) NCC dijelaskan, urun rembuk
soal perwakilan NCC Depok di ajang Tarung Antar Genk saat HMFF tanggal 13 Juni 2015, bagi-bagi pin
LBS NCC Depok yang ijo royo-royo, dan tentu saja tidak lupa gambaran umum penampakan tumpeng
yang diharapkan saat LBS kali ini dijelaskan oleh ibunda dari Divya ini.
Tumpeng identik dengan nasi??? Tentu saja tidak. Kali ini NCC Depok memilih Tumpeng Potluck sebagai
artis utamanya. Para NCC-ers yang sudah heboh sejak beberapa hari sebelum hari-H itu datang ke TKP
komplit dengan potluck andalannya masing-masing. Dan walaupun sudah diumumkan “boleh” hanya
membawa minimal 20 buah per orang, tentu saja doooong semuanya bawa lebih dari kuota minimum.
Hehehe. Mungkin semua pada sepakat membayangkan “Kalau untuk menghias tumpengnya butuh 20
porsi per potluck, terus buat ngemilnya gimana? Terus buat bungkus bawa pulangnya gimana?”. Dan
yah… begitulah akhirnya kenapa di setiap latbar selalu makanan melimpah ruah, program diet
digagalkan untuk sehari itu, dan beberapa orang sesampainya di rumah sudah tidak makan malam lagi.
Hehehe. Apalagi duo korwil NCC Depok sudah woro-woro bahwa sebagian potluck akan diberikan
kepada anak-anak panti asuhan, semakin bersemangatlah para ibu-ibu ini memperbanyak persembahan
potluck-nya. So kind of you moms *terharu
Maka LBS hari itu
dimulai dengan Mba
Lian yang menurunkan
ilmu carving yang
pernah didapatnya dari
Teh Nicke di latbar
sebelumnya. Bermodal
beberapa carving knife,
mulailah jejeran wortel,
lobak, bawang bombay,
cabai, daun bawang,
paprika, sampai pokcoy
dan sawi putih berubah
menjadi bentukan bentukan
beragam
bunga dan mangkok
sambel ala paprika
yang cantik-cantik.
Jemari-jemari “lentik”
yang biasa menguleni
roti itu ternyata luwes
juga menggurat pola di atas sayuran. Persedian sayur hasil belanja Mba Lian pagi itu habis menjadi
“korban” percobaan carving yang ternyata sukses menghasilkan
properti untuk menghias tumpeng nanti.
Selanjutnya dikomandoi oleh Mba Wiwid dan Eyang Sri, NCCers
Depok mulai menghias tier tumpeng yang sudah disiapkan
oleh Mba Novi beberapa hari sebelumnya. Berlembar-lembar
daun pisang dipotong dan dibentuk untuk menutup dan
menghias tier bertingkat tiga dengan diameter 80 cm, 50 cm,
dan 30 cm itu.
Sebuah tampah tak luput menjadi “inceran”
tangan-tangan kreatif para ibu ini yang nantinya akan dijadikan
sebagai wadah meletakkan tumpeng nasi kuning yang menjadi
artis pendamping di LBS ini.
Setelah tampah dan tier rapi jali, mulailah ditata potluck yang
beraneka ragam itu. Walaupun judulnya “keroyokan”, ternyata
hasilnya bukan main memuaskan. Tingkat bawah tier diisi
dengan beragam cake dan snack mulai dari cake international
semacam chocolate truffle, red velvet, pie brownies, pie susu,
bitterballen, aneka pastry, aneka puding, bolu gulung batik
mini, sampai klappetart. Mungkin seandainya ada yang tahu snack khas dari Antartika akan ada yang
bikinin juga. Hehehe.
Lantai kedua tier dimeriahkan dengan ragam jajanan nusantara yang selalu
“ngangenin” seperti sentiling, ongol-ongol, klepon, pastel, lemper, kue ku, risoles, apem, kue mangkok,
kue cucur, talam, kue lapis, dan lainnya. Diversity in unity. I love Indonesia… Dan di puncak teratas
tampillah Ayam Kodok hasil kreasi Mba Carolina Maya ditemani garnish cantik seakan Putri Ayko di
tengah taman bunga. Hehehe
Tanpa terasa sudah lepas tengah hari saat kedua tumpeng selesai ditata dan dihias, sampai sebagian
besar NCC-ers tidak sadar belum makan siang dan baru “sedikit” ngemil. Begitupun acara mengisi perut
masih bisa ditunda sampai sesi narsis dan foto-foto terpuaskan. Hahaha. No pict hoax kalau menurut
istilah di media sosial. Jadi yaaa tentu saja si artis, kalau bisa keringatan, pasti akan keringatan karena
digilir foto bersama mulai dari foto ala single fighter sampai foto jamaah para ibu ini. Hehehe.
Acara potong tumpeng secara
simbolis dilakukan oleh Mba Lian
dengan memberikan potongan
pertama kepada Eyang Kakung
sebagai tuan rumah yang sudah
baik hati bersedia rumahnya
“dirusuhi” genk NCC Depok ini.
Semoga selalu sehat dan hidup
penuh barokah ya Eyang Sri dan
Eyang Kakung. Aamiin…



Selanjutnya sesi makan siang dan sholat berjalan paralel dengan pengaturan potluck yang akan
diserahkan ke panti asuhan. Dan terbukti memang jumlah potluck begitu banyaknya. Bahkan setelah
dipisahkan potluck yang akan diserahkan ke panti asuhan dan untuk icip-icip para bapak satpam
kompleks perumahan, tetap saja masih cukup jumlahnya untuk dibawa pulang NCC-ers.

Keramaian di TKP berakhir
sekitar pukul 15.00 WIB.
Satu-persatu NCC-ers
Depok mulai pulang.
Beberapa orang masih
tinggal untuk mewakili
menyerahkan potluck ke
Panti Asuhan Bina Ummat
yang berlokasi di Jalan
Sentosa Raya Depok.
Sekitar pukul 17.00 WIB,
rombongan NCC Depok tiba
di panti yang mengasuh
sekitar 20 orang anak
berusia mulai dari balita
hingga tingkat SD ini.
Pengelola panti asuhan
menerima dengan ramah
sambil menjawab beberapa
pertanyaan yang
dilontarkan NCC-ers.
Menjelang magrib,
selesailah seluruh
rangkaian LBS NCC Depok
hari ini. Mungkin akan
menjadi salah satu latbar
Depok yang paling heboh,
meriah, dan penuh
semangat kebersamaan.
Betapa menyenangkan bisa
berbagi banyak hal dengan
sahabat. Berbagi ilmu,
pengalaman, juga berbagi
semangat membantu
dengan orang-orang yang membutuhkan. Betapa terbayar rasanya materi yang dikeluarkan untuk
membeli bahan kue, kantuk yang ditahankan saat membuat potluck, lelah saat membuat penganan.
Semua terbayar saat berkumpul dengan teman, berbagi keriangan dan keceriaan, juga tentunya saat
melihat senyum di wajah anak panti asuhan...
Sesuatu yang tidak akan berkurang, justru akan bertambah, saat engkau membaginya dengan orang
lain adalah ilmu dan cinta… Dan sesuatu yang akan selalu kembali kepadamu saat kau berikan pada
orang lain adalah kebaikan.

Terus berkarya, terus berkreasi, dan teruslah berbagi!!! Love u NCC-ers di mana pun berada. Happy NCC 1 Dasawarsa!!!